Pro Evolution Soccer 5

Pro Evolution Soccer adalah salah satu game sepak bola yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya. Game yang diluncurkan oleh Konami tepat pada pertengahan Oktober 2005 ini merupakan salah satu pesaing berat seri FIFA 2006 terbaru keluaran EA Sports.


Berikut ini sedikit info mengenai Pro Evolution Soccer 5.
Genre: Sport
Sport: Soccer
Sport Type: Traditional
Sport Style: Contact
Published by: Konami Tokyo
Release Date: 15 Oktober 2005

Minimum Requirements
- MS Windows 98SE/ME/2000/XP
- Intel Pentium III 800MHz or equal (Athlon/Duron/Celeron)
- 128MB RAM
- 4x DVD-Rom drive
- NVidia GeForce 3 or ATI Radeon 8500 video card
- DirectX 8.1 compatible sound card
- DirectX 8.1 or better
- 800MB free Harddisc space
- Broadband internet connection for online matches

Recommened Requirements
- MS Windows 2000/XP
- Intel Pentium IV 1.4GHz or better
- 256MB RAM
- 8x DVD-Rom drive
- NVidia GeForce 4 or ATI Radeon 9600 video card (or better)
- DirectX 8.1 compatible sound card
- DirectX 8.1 or better
- 3GB free Harddisc space
- Broadband internet connection for online matches

Pro Evolution Soccer 5 (PES 5) memiliki tampilan grafis yang sudah lebih baik dibandingkan dengan versi sebelumnya. Pergerakan pemain, kontrol bola, serta laju bolapun sudah lebih realistis.

Meski begitu, Anda yang sudah terbiasa memainkan Pro Evolution Soccer 4 ataupun saudaranya yaitu Winning Eleven 8, mungkin akan sedikit frustasi pada saat pertamakali memainkan game ini. Di sini, anda tidak lagi dapat menggerakkan pemain anda dengan lebih lincah, seperti ketika membalikkan badan setelah menerima bola, atau mengganti arah saat sedang men-dribble bola misalnya. Demikian pula first touch saat menerima bola. Kalau Anda sedang berlari kencang, hampir bisa dipastikan first touch anda akan mengecewakan, dan bola dapat dengan mudah dicuri lawan.

Dibandingkan dengan game seri FIFA, game sepakbola keluaran Konami memang dikenal memiliki kontrol yang cukup “njelimet”. Anda harus membiasakan diri menekan kombinasi berbagai tombol untuk melakukan gerakan khusus, gerakan untuk memperdaya kiper lawan ataupun tendangan spesial.

Kembali ke permainan, sesaat Anda akan memainkan Pro Evolution Soccer 5, kalau anda menginstalasikan game tersebut secara penuh, anda akan diminta untuk memilih In-game text / Commentary Language yang juga bisa diubah lewat menu Options nantinya.


Demikian pula tampilan pada menu utama. Menurut saya pribadi, tampilan menu seperti ini lebih nyaman digunakan.


Secara default, anda dapat memainkan Pro Evolution Soccer 5 dengan lima tingkat kesulitan. Namun anda juga dapat meng-unlock tingkat kesulitan keenam. Dibandingkan dengan versi pendahulunya, pada game ini anda akan dibuat lebih frustasi ketika akan menggedor gawang lawan.

Dari pengalaman saya, ketika pemain sudah mendekati kotak penalti lawan, skill pemain kita rasanya seperti mendadak anjlok. Ketika diperintahkan untuk menendang bola, pemain malah tampak seperti tersandung bola, atau malah tendangan melenceng sangat jauh dari target. Umpan through pass juga seringkali terlalu jauh ke depan, demikian pula umpan silang ataupun umpan lambung. Sedikit saja anda terlalu banyak menekan, rekan se-tim anda tidak akan mampu mengejarnya.

Meski begitu, sesekali anda juga akan terkejut dengan kemampuan pemain anda seperti mencetak gol jauh dari luar kotak penalti ataupun melakukan bicycle kick a la Widodo C Putro saat mengoyak gawang Kuwait di Piala Asia milenium lalu.

Faktor lainnya yang juga sering membuat frustasi adalah seringnya pelanggaran yang terjadi. Sedikit saja anda menyenggol lawan atau berebut bola, wasit langsung membunyikan peluit. Menariknya, di sini emosi pemain juga lebih realistis dibanding sebelumnya. Jika pemain lawan tidak terima anda langgar, kadang terjadi sedikit kericuhan yang akan dilerai oleh wasit. Selain itu, kostum pemain yang baru saja dilanggar atau melakukan pelanggaran bisa menjadi kotor ataupun keluar.


Satu hal yang juga menarik dibandingkan dengan PES 4, kini penonton sudah lebih hidup. Dan jika anda mencetak gol, apalagi kalau di pertandingan kandang, biasanya kamera akan menyorot reaksi supporter anda yang bersorak sorai. Demikian pula kalau Anda memainkan atau melawan tim kecil yang tidak terlalu populer, stadion sering tampak lengang.

Untuk AI, pada PES 5, lawan sudah lebih mahir dalam mengolah bola. Teknik olah bola pemain lawan juga sudah lebih sesuai dengan skill individu mereka. Tidak jarang pula pemain lawan seolah “bermain sendiri” karena men-dribble bola kesana kemari tanpa mengoper pada rekannya. Uniknya, tingkat AI yang lebih cerdas ini tidak diikuti oleh AI rekan satu tim kita. Teammate kita sering salah mengatur posisi saat sedang mendapat tekanan ataupun ketika sedang melakukan serangan.

Dari beberapa mode game yang tersedia, yang paling menarik untuk dimainkan tentu adalah Master League mode. Di sini anda akan membangun sebuah tim baru yang akan bertanding di Divisi 2. Anda akan bersaing untuk memperebutkan dua tempat agar dapat bermain di Divisi 1 pada musim berikutnya.

Fasilitas yang disediakan saat Anda memasuki bursa transfer pemain kini lebih lengkap. Agar memudahkan mnda untuk membeli pemain, Konami menyediakan opsi Talent Search dan Quick Search yang lebih lengkap. Dan yang paling menarik untuk digunakan adalah opsi Select by future potential untuk mencari pemain muda berbakat dan Select by openess to negotiation untuk mencari pemain yang memiliki peluang besar hengkang dari klub lama-nya. Saya sendiri berhasil mendapatkan beberapa pemain ternama seperti Brad Friedel, Fabio Cannavaro, Clarance Seedorf, Ivan De La Pena, Alan Smith, dan lain-lain yang kebetulan ada di daftar Select by openess to negotiation tersebut di musim kedua.




Saat akan bertanding, anda bisa mengatur formasi sesuai keinginan. Di PES 5 ini banyak juga formasi baru yang bisa dipilih. Selain itu, Anda juga dapat lebih menempatkan pemain sesuai dengan posisi terbaiknya, misalnya sebagai Ace Striker, Shadow Striker, Playmaker, dan lain-lain.

Setelah melalui pertandingan-demi pertandingan, pemain anda akan tampak mulai kelelahan. Jika anda paksakan pemain tersebut bermain pada setiap pertandingan, stamina dan performanya akan cepat drop meski pertandingan belum mencapai paruh babak. Untuk itu, anda harus pandai-pandai melakukan rotasi agar pemain andalan anda bisa selalu di dalam kondisi prima.

Untuk menghadapi pertandingan berikutnya, fitur Regulate condition sudah lebih nyaman. Anda bisa lihat kondisi pemain sebelum dan sesudah menjalankan opsi tersebut. Tetapi, tidak semua pemain performanya naik setelah Regulate condition, pada waktu tertentu, performa setelah Regulate condition malah turun. Biasanya jika sang pemain sedang dalam kondisi kelelahan ataupun cedera.


Meski begitu, pada PES 5 setiap pemain yang anda turunkan akan mendapatkan experience points yang berujung pada meningkatnya skill individu pemain tersebut. Dibandingkan dengan Winning Eleven 8 ataupun PES 4, tidak semua pemain mengalami hal ini.

Selain Master League, anda kini dapat memainkan Pro Evolution Soccer 5 dengan rekan-rekan anda dari seluruh penjuru dunia dengan mode Network. Namun sayangnya, mode Network ini mewajibkan koneksi ke Internet dan tidak dapat dimainkan secara jaringan lokal (LAN). Saya sendiri belum berhasil untuk memainkan modus Network pada Pro Evolution Soccer 5.


Secara keseluruhan, saya pribadi cukup puas dengan update yang dilakukan oleh Konami terhadap game Pro Evolution Soccer-nya. Meski masih ada sedikit kekurangan di sana sini, namun tidak bisa dipungkiri Pro Evolution Soccer 5 merupakan game sepakbola yang paling nikmat dimainkan, apalagi bila anda adalah seorang pecandu game di genre ini.

Plus:
- Grafis dan efek 3D lebih bagus, pergerakan pemain dan reaksi penonton lebih realistis.
- Tingkat kesulitan permainan lebih tinggi dalam artian lebih realistis dan lebih menantang.
- Variasi formasi dan strategi tim lebih banyak.
- Tim yang di-lisensi (roster pemain sudah sesuai dengan kenyataan sudah bertambah)
Minus:
- Mode Network yang harus terkoneksi ke internet

0 Response to "Pro Evolution Soccer 5"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme