AVIRA: Varian Trojan ZBOT Menumpang di Email palsu DHL


CHIP Online - AVIRA: Varian Trojan ZBOT Menumpang di Email palsu 
DHL
Masih ingatkan kalian dengan Trojan ZBOT? Trojan ini memiliki banyak varian dimana pergerakannya melakukan pencurian data pengguna komputer, mencuri data pribadi dan akun keuangan internet banking. Trojan ini sudah lama berlalu, namun masih tetap hadir dengan berbagai varian untuk mendapatkan informasi penting pengguna di dunia maya (13/3).

Avira dengan Data Security Expert mendapatkan varian Trojan ZBOT yang ditemukan melalui email, dan ketika dilakukan pengecekan scanning malware pada situs VirusTotal.com memberikan hasil yang sangat menarik. Setelah dilakukan scanning beberapa kali, ternyata menghasilkan 13 dari 43 scanner mendeteksi adanya trojan pada file tersebut. Ini menunjuukan hanya 30% dari total solusi antivirus yang ada pada situs tersebut mendeteksi adanya trojan, sehingga pengguna perlu mewaspadai peningkatan penyebaran yang mungkin terjadi.
CHIP Online - AVIRA: Varian Trojan ZBOT Menumpang di Email palsu 
DHL

Dalam pendeteksian spam agresif yang dimiliki pada produk Antivirus Avira GmbH, email palsu tersebut berisikan pelacakan (tracking) dan memiliki lampiran arsip yang dikirim dari salah satu perusahaan ekspedisi DHL, dan terdeteksi sebagai sebagai Trojan dengan nama TR/Spy.Zbot.RU.

Kesimpulannya, meskipun ZBOT merupakan trojan yang sudah tua, dengan variannya selalu menemukan metode baru untuk melakukan brbagai inovasi untuk tetap melakukan pencurian data pada pengguna komputer.

sumber : http://chip.co.id/news/read/2012/03/14/1926424/AVIRA:.Varian.Trojan.ZBOT.Menumpang.di.Email.palsu.DHL
READ MORE - AVIRA: Varian Trojan ZBOT Menumpang di Email palsu DHL

Avira Mac Security untuk Apple MacOS


CHIP Online - Avira Mac Security untuk Apple MacOS
Pesatnya penggunaan perangkat Apple di berbagai negara dan tingginya malware menyebar ke berbagai sistem operasi, Avira meluncurkan produk antivirus baru untuk Apple MacOS. Produk ini dibuat untuk konsumen retail dan bisnis dengan nama Avira Mac Security yang dapat diunduh secara cuma-cuma melalui situs www.avira.com.
CHIP Online - Avira Mac Security untuk Apple MacOS
Avira Mac Security mengikuti pendekatan "back to basic" dimana serupa dengan konsep yang digunakan pada sistem operasi Windows. Avira menyediakan teknologi terbaru untuk sistem pencarian dan proteksi dengan penggunaan yang sangat mudah untuk penggunanya. Produk terbaru dari Avira ini menfokuskan pada pengamanan yang dilakukan secara otomatis, hanya melibatkan pengguna pada pada proses pengambilan keputusan saat benar-benar diperlukan.
CHIP Online - Avira Mac Security untuk Apple MacOS
Proses instalasi dilakukan dengan cepat dari Avira Mac Security, secara otomatis akan memerika status keamanan pada sistem MacOS seperti:
  • Melakukan update
  • Melakukan scan mode cepat
  • Memeriksa virus yang belum di repair.
  • Memeriksa apakah perlindungan “Real-Time” berjalan normal.
  • Mengaktifkan “job default update”
  • Perbaikan masalah keamanan yang mungkin terjadi
Avira Mac Security akan mendeteksi semua jenis virus ataupun malware pada MacOS maupun Windows, sehingga mencegah penyebaran virus ataupun malware Windows melalui sistem MacOS. Avira Mac Security tersedia untuk sistem operasi MacOS 10.6 Snow Leopard dan 10.7 Lion.
CHIP Online - Avira Mac Security untuk Apple MacOS
Avira Mac Security hadir untuk penggunaan personal. Avira dalam waktu dekat akan menghadirkan Avira Mac Security untuk penggunaan di lingkungan bisnis, antivirus ini akan dapat dikontrol melalui Avira Management Console.

sumber : http://chip.co.id/news/read/2012/03/27/1994424/Avira.Mac.Security.untuk.Apple.MacOS
READ MORE - Avira Mac Security untuk Apple MacOS

Avira Free Android Security untuk Ponsel Android


CHIP Online - Avira Free Android Security untuk Ponsel Android
Setelah beberapa waktu lalu, Avira menghadirkan Avira Mac Security untuk Apple MacOS, kali ini hadir dengan aplikasi Avira Free Android Security.

Avira Free Android Security menghadirkan beberapa fitur unggulan yang dapat digunakan untuk perangkat bergerak seperti mencari posisi dari jarak jauh, mengunci ponsel tersebut, dan menghapus data. Bahkan, aplikasi ini juga dapat mengubah setting ponsel ke mode dering jika ponsel tersebut terselip atau tidak di tangan penggunanya.
CHIP Online - Avira Free Android Security untuk Ponsel Android

Beberapa fitur utama Avira Free Android Security:
  • Remote Scream, fitur yang dapat diakses melalui konsol web, mampu merubah settingan ponsel ke mode dering selama 20 detik untuk membantu pengguna menemukan ponselnya.
  • Remote Lock, jika ponsel ini hilang, pemilik dapat mengunci ponsel tersebut dengan 4 digit PIN dan menampilkan pada layar berupa informasi "hubungi pemilik" dengan nomor yang dapat dihubungi. Fitur ini juga dapat mengamankan seluruh data yang berada di dalam perangkat bergerak.
  • Location Tracking, aplikasi ini mampu memberikan informasi dalam bentuk koordinat dan akan ditampilkan pada Google Maps, sehingga pengguna dapat dengan mudah menemukan keberadaan ponsel bergerak tersebut.
CHIP Online - Avira Free Android Security untuk Ponsel Android
Untuk pengguna bisnis, Avira Free Android Security hadir dengan versi Avira Android Web Console, dimana Anda mampu mengatur hingga 5 perangkat bergerak. Konsol web juga memungkinkan penggunanya untuk mengendalikan dan menampilkan berbagai informasi seperti aktivasi/deaktivasi ponsel secara rahasia, memeriksa dari jarak jauh aktivitas ponsel , jumlah daya baterai saat ini, nomor model perangkat, dan nomor IMEI.

Avira Free Android Security hadir di Google Play untuk perangkat bergerak dengan ukuran file dibawah 1 MB untuk sistem operasi Android 2.2 Froyo dan 2.3 Gingerbread dalam Bahasa Inggris.

sumber : http://chip.co.id/news/read/2012/04/09/2063424/Avira.Free.Android.Security.untuk.Ponsel.Android
READ MORE - Avira Free Android Security untuk Ponsel Android

17 Aplikasi Mobile Berbahaya di Android Store

CHIP.co.id - 17 Aplikasi Mobile Berbahaya di Android Store
Bagi Anda pengguna smartphone Android, ada 17 aplikasi mobile yang perlu Anda waspadai karena dapat merugikan pengguna.

Google yang selalu membersihkan berberapa aplikasi berbahaya yang ada di Android Store atau yang dikenal dengan Google Play, ternyata masih saja kecolongan dengan aplikasi yang dapat merugikan pengguna. Keadaan genting ini, dimana masih terdapat 17 aplikasi mobile yang terdapat di marketplace resmi namun ternyata berbahaya tersebut ditemukan oleh Trend Micro Mobile App Reputation.

Secara keseluruhan, Trend Micro telah menemukan 17 aplikasi mobile berbahaya yang masih bebas didownload dari Google Play: 10 aplikasi yang menggunakan AirPush-berpotensi menghadirkan iklan yang mengganggu dan terlihat  menonjol bagi pengguna dan 6 aplikasi yang berisi kode malware Plankton.
CHIP.co.id - Hasil Penelitian Trend Micro, 17 Aplikasi Mobile 
Berbahaya di Android Store

Di antaranya, satu aplikasi yang secara eksplisit menggambarkan dirinya sebagai aplikasi mata-mata yang telah ditandai sebagai ancaman oleh Trend Micro karena berpontensi untuk disalahgunakan. Ancaman ini dikenal dengan nama ANDROIDOS_PDASPY.A.

Sebagian besar aplikasi ini telah didonload ribuan kali. Aplikasi PDASpy diatas akan muncul untuk didonload lebih dari 100.000 kali. Secara kolektif, aplikasi yang terdeteksi tersebut telah didonload lebih dari 700.000 kali. Pengguna yang tidak mengaktifkan aplikasi mobile security pun dapat terganggu dengan adanya iklan (AirPush) atau aplikasi (Plankton) yang berbahaya karena terkoneksi dengan C&Cs.

Kami menemukan aplikasi ini sebagai bagian dari upaya Mobile App Reputation (MAR). Kami terus memantau keduanya, baik aplikasi resmi maupun dari pihak ketiga. Untuk kedua aplikasi terbaru yang di-upload dan aplikasi populer untuk kemudian diperiksa. Kami mengamati tidak hanya perilaku yang berbahaya, tetapi juga pemanfaatan bandwidth dan baterai secara rutin.

READ MORE - 17 Aplikasi Mobile Berbahaya di Android Store

Hati-Hati Gunakan Wi-Fi Publik untuk Transaksi Online Banking


Kaspersky-Lab
Data pada kebanyakan perangkat mobile bisa dengan mudah jatuh ke tangan para penjahat dunia maya. Inilah hasil mengejutkan yang ditemukan oleh para pakar Kaspersky Lab berdasarkan riset yang dilakukan oleh Harris Interactive pada Februari – Maret 2012. Untuk memahami perilaku pelanggan terhadap teknologi modern dan ancaman keamanan, perusahaan melakukan survei terhadap 9.000 pengguna perangkat mobile di Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia.
Survei tersebut menunjukkan sekitar 70% pengguna tablet dan 53% pengguna HP menggunakan jaringan Wi-Fi publik untuk berselancar di dunia maya. Menggunakan jaringan publik menjadi cara paling umum yang digunakan untuk mengakses internet, selain jaringan provider ponsel. Sebanyak 58% orang yang disurvei untuk komunikasi data menyatakan menggunakan jaringan publik.
Namun sepertinya banyak pengguna perangkat mobile yang tidak menyadari bahaya menggunakan jaringan Wi-Fi publik. Salah satunya adalah data yang ditransfer melalui berbagai tautan bisa dengan mudah diintersepsi oleh penjahat dunia maya, termasuk data login untuk online banking. Hal ini sangat membahayakan karena intersepsi data finansial penting merupakan masalah utama bagi sekitar 60% pengguna perangkat mobile. Yang membuat semakin mengkhawatirkan, perangkat mobile umumnya kurang terproteksi atas akses tanpa otorisasi dari perangkat lain, dibanding komputer.
Survei tersebut juga mengungkap kenyataan bahwa solusi keamanan hanya terinstal pada setengah dari tablet yang ada dan kurang dari 1/4 ponsel atau smartphone atau sekitar 28%. Padahal 82% pengguna perangkat mobile memiliki software antivirus di komputer dan laptop mereka. Mereka tetap tidak menggunakan solusi keamanan pada perangkat mobile meski ada aplikasi mobile seperti Kaspersky Mobile Security yang didesain untuk melindungi baik perangkat mobile maupun data dan informasi di dalamnya.
Yang mengejutkan, meski didesain sebagai perangkat bergerak, tablet banyak digunakan untuk mengakses internet di rumah (49% pengguna tablet) atau di kantor (39%). Jaringan kantor biasanya memiliki tingkat perlindungan yang lebih baik dan menggunakan protokol dengan enkripsi untuk memastikan keamanan data yang ditransfer. Namun, ini tidak berarti usaha pengamanan lain untuk melindungi perangkat mobile dapat diabaikan.

sumber : http://chip.co.id/news/read/2012/05/16/2207424/Hati-Hati.Gunakan.Wi-Fi.Publik.untuk.Transaksi.Online.Banking
READ MORE - Hati-Hati Gunakan Wi-Fi Publik untuk Transaksi Online Banking

Tes Pengujian Thermal Paste


Uji-Thermal-Paste
Seberapa pentingkah penggunaan thermal paste untuk mengurangi panas yang dihasilkan oleh CPU maupun GPU? CHIP akan menjabarkannya untuk Anda melalui artikel berikut ini.
Apakah Anda tahu bahwa permukaan IHS (Integrated ­Heat Spreader) pada prosesor dan graphics processing unit tidaklah sehalus yang Anda bayangkan. Permukaannya yang sedikit kasar tentunya bisa menimbulkan sejumlah rongga yang akan terisi oleh udara ketika ­Anda sudah memasang heat­sink.
Selain itu, permukaan heatsink yang juga tidak halus akan menambah jumlah udara yang terjebak di antaranya. Mungkin jumlah udara yang terperangkap sangatlah kecil, namun udara sekecil apapun akan berakibat buruk terkait dengan urusan pendinginan. Sekadar informasi untuk Anda semua, bahwa udara merupakan salah satu media penghantar panas terburuk.
Dari hal-hal di atas, tentunya Anda sudah mengetahui fungsi thermal paste yang diciptakan, yaitu untuk mengisi rongga atau celah di antara heatsink dan IHS. Dengan diisinya celah tersebut, maka tidak akan ada udara yang terjebak dan menghambat perpindahan panas ke heatsink. Tidak hanya itu, rata-rata material thermal paste memiliki performa yang baik dalam menghantarkan panas karena penggunaan berbagai bahan yang memang sudah teruji lebih baik.
Untuk pengaplikasian thermal paste, CHIP menyarankan agar Anda tidak menggunakan terlalu banyak pada IHS. Hal ini karena thermal paste hanya berfungsi sebagai penghubung dan pengisi celah kosong saja. Oleh karena itu, lapisan tipis thermal paste di permukaan IHS sudah mencukupi untuk menjaga suhu komponen tersebut.
Dalam pengujian kali ini, platform yang digunakan sama seperti dua artikel Tes Perbandingan Heatsink sebelumnya, yaitu prosesor Intel Core i7 2600K, motherboard MSI Z68-GD80 (G3), memori Corsair Vengeance, CM Silent Pro Gold 800 Watt, dan software Prime95 dalam mode Blend Test. Selain itu, CHIP juga menggunakan bantuan heatsink Prolimatech Genesis yang memiliki performa terbaik dalam Tes Perbandingan Heatsink edisi kali ini. Pada pengujian kali ini, CHIP menjaga suhu ruangan pada kisaran 20°C. Hal ini dilakukan agar seluruh pasta yang diuji bekerja pada suhu yang sama.
Arctic Cooling MX-4
Arctic Cooling menghadirkan MX-4 untuk menggantikan seri pendahulunya yang sudah tidak diproduksi lagi, yaitu MX-3. Dikemas dalam tabung berbentuk suntikan, MX-4 terlihat tidak berbeda jauh dengan MX-3. CHIP tidak menemukan informasi mengenai material compound yang digunakan, namun pada website-nya tertera metal-free. CHIP menyimpulkan, produk ini aman dan tidak akan menyebabkan hubungan pendek jika MX-4 ini terkena bagian logam dari hardware Anda.
Noctua NT-H1
Setelah cukup sukses dengan produk heatsink-nya, Noctua turut menghadirkan thermal paste ke pasaran. Produk thermal paste-nya diberi nama NT-H1 dengan kemasan berbentuk tabung suntikan. Kemasan seperti ini dapat ditemukan pada seluruh thermal ­paste bermerek yang CHIP uji kali ini.
Sulit untuk diaplikasikan adalah hal pertama yang CHIP rasakan ketika menggunakan produk ini. Hal tersebut dikarenakan compound NT-H1 tergolong keras dan sulit untuk diratakan.  Selain itu, produk ini memiliki performa yang tidak terlalu optimal jika dibandingkan dengan peserta lainnya. NT-H1 hanya mampu meredam suhu prosesor pada 39,8°C saja. Perolehan suhu tersebut hanya terpaut sedikit dengan Arctic Cooling MX-4.
Thermalright Chill Factor3
Produk ini dapat ditemukan pada beberapa heatsink buatan Thermalright dalam kemasan yang lebih kecil. Ketika CHIP meng­aplikasikan pasta ini ke prosesor, CHIP merasa sedikit kesulitan.  Hal ini disebabkan karena bahan Chill Factor3 yang kental. Namun, Thermalright berbaik hati dengan memberikan aksesoris berupa sebuah kartu yang terbuat dari plastik. Kartu ini akan memudahkan Anda untuk meratakan pasta pada prosesor.
Walaupun tergolong sulit diaplikasikan, produk ini mampu meredam suhu dengan baik. Hal tersebut terlihat pada tabel di atas. Sesuai dengan namanya, thermal paste ini terbukti paling dingin dibandingkan produk-produk lainnya.
Xigmatek PTI-G3606
Produk dari Xigmatek ini hadir dengan harga jual yang paling rendah di antara thermal paste bermerek pada pengujian kali ini. Walaupun memiliki harga termurah di antara produk lainnya, Xigmatek turut menyediakan sebuah spatula kecil yang digunakan untuk meratakan pasta tersebut. Spatula tersebut sangat bermanfaat dibandingkan kartu dari Thermalright karena spatula kecil tersebut tidak dapat berbenturan dengan brac­ket yang digunakan oleh heatsink. Untuk urusan performa, produk ini merupakan peserta yang memiliki performa terburuk. Hal tersebut dapat Anda lihat pada tabel di atas. Xigmatex PTI-G3606 memiliki suhu tertinggi dalam pengujian kali ini.
Pasta Gigi
CHIP sering mendengar rumor yang mengatakan pasta gigi dapat digunakan sebagai pengganti thermal paste. Oleh karena itu, CHIP turut mengikutsertakan sebuah pasta gigi yang digunakan oleh orang banyak. Dengan harga sekitar Rp. 10.000, pasta gigi tersebut mampu meredam suhu prosesor dengan cukup baik. Hal tersebut terlihat dengan performanya yang hanya terpaut sedikit dibandingkan Chill Factor3.
Namun, CHIP tidak menyarankan Anda menggunakan pasta gigi dalam waktu yang lama karena pasta gigi akan mengeras dalam waktu sekitar lima hari. Hal ini disebabkan karena pasta gigi memang tidak diciptakan untuk penggunaan sebagai penghantar panas. Oleh karena itu, pasta gigi tidak memiliki zat yang digunakan untuk mencegah agar pasta tidak mengeras.
Generik
Thermal paste generik juga umum digunakan pada power supply dan amplifier karena kedua komponen tersebut menghasilkan panas yang tergolong tinggi dan membutuhkan heat­sink untuk melepaskan panas yang dihasilkan. Umumnya, thermal paste generik dapat ditemukan pada toko elektronik de­ngan nama heatsink compound.
Tabel Perbandingan
Tabel-Uji-Thermal-Paste
Klik gambar untuk lebih jelas

READ MORE - Tes Pengujian Thermal Paste

Norton 2013 Beta Manfaatkan Kekuatan Cloud


CHIP Online - Norton 2013 Beta Manfaatkan Kekuatan Cloud

Norton by Symantec mengumumkan kehadiran versi beta 2013 yang dapat diunduh secara cuma-cuma melalui situs Norton Beta Center. Jajaran produk terbaru dari Norton 2013 meliputi Norton Internet Security, Norton AntiVirus, dan Norton 360 yang didesain kompatibel dengan Windows 8 Consumer Preview, dan tentunya Windows 7, Windows Vista dan Windows XP.

Norton 2013 Beta memanfaatkan kekuatan dari cloud untuk menjaga konsumen agar tetap aman di semua aktivitas dunia maya, baik berselancar di internet, bersosialisasi ataupun melakukan transaksi belanja online. Norton 2013 Beta juga sudah mencakup fitur cloud yang ditingkatkan seperti Norton Management, Norton Identify Safe, dan Online Backup.
CHIP Online - Norton 2013 Beta Manfaatkan Kekuatan Cloud

Beberapa fitur lainnya yang dimiliki Norton 2013 Beta adalah:

  • Metro App Protection, kemampuan perlindungan terbaru yang memberikan keamanan bagi konsumen dalam menggunakan aplikasi Metro pada Windows 8.
  • Next Generation Firewall Protection, teknologi Insight Norton yang meraih penghargaan telah digabungkan dengan Norton firewall untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi dan memblokir aktivitas jaringan berbahaya, termasuk aktivitas botnet yang mencoba untuk mencuri informasi pribadi konsumen.
  • Bandwidth Monitoring, peningkatan kecerdasan dan integrasi yang telah ditingkatkan dengan sistem operasi akan membantu konsumen menghindari kelebihan biaya penggunaan data dengan membatasi update non-kritis pada jaringan dengan bandwidth terbatas.
Norton Internet Security, Norton AntiVirus dan Norton 360 menawarkan perlindungan PC  dengan teknologi terkini di industri. Para penguji versi beta ini diharapkan untuk memberikan masukan dan mendiskusikan pengalaman produk mereka di Norton Public Beta Forum.

sumber : http://chip.co.id/news/read/2012/05/28/2257424/Norton.2013.Beta.Manfaatkan.Kekuatan.Cloud
READ MORE - Norton 2013 Beta Manfaatkan Kekuatan Cloud

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme