Norton 2013 Beta Manfaatkan Kekuatan Cloud


CHIP Online - Norton 2013 Beta Manfaatkan Kekuatan Cloud

Norton by Symantec mengumumkan kehadiran versi beta 2013 yang dapat diunduh secara cuma-cuma melalui situs Norton Beta Center. Jajaran produk terbaru dari Norton 2013 meliputi Norton Internet Security, Norton AntiVirus, dan Norton 360 yang didesain kompatibel dengan Windows 8 Consumer Preview, dan tentunya Windows 7, Windows Vista dan Windows XP.

Norton 2013 Beta memanfaatkan kekuatan dari cloud untuk menjaga konsumen agar tetap aman di semua aktivitas dunia maya, baik berselancar di internet, bersosialisasi ataupun melakukan transaksi belanja online. Norton 2013 Beta juga sudah mencakup fitur cloud yang ditingkatkan seperti Norton Management, Norton Identify Safe, dan Online Backup.
CHIP Online - Norton 2013 Beta Manfaatkan Kekuatan Cloud

Beberapa fitur lainnya yang dimiliki Norton 2013 Beta adalah:

  • Metro App Protection, kemampuan perlindungan terbaru yang memberikan keamanan bagi konsumen dalam menggunakan aplikasi Metro pada Windows 8.
  • Next Generation Firewall Protection, teknologi Insight Norton yang meraih penghargaan telah digabungkan dengan Norton firewall untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi dan memblokir aktivitas jaringan berbahaya, termasuk aktivitas botnet yang mencoba untuk mencuri informasi pribadi konsumen.
  • Bandwidth Monitoring, peningkatan kecerdasan dan integrasi yang telah ditingkatkan dengan sistem operasi akan membantu konsumen menghindari kelebihan biaya penggunaan data dengan membatasi update non-kritis pada jaringan dengan bandwidth terbatas.
Norton Internet Security, Norton AntiVirus dan Norton 360 menawarkan perlindungan PC  dengan teknologi terkini di industri. Para penguji versi beta ini diharapkan untuk memberikan masukan dan mendiskusikan pengalaman produk mereka di Norton Public Beta Forum.

sumber : http://chip.co.id/news/read/2012/05/28/2257424/Norton.2013.Beta.Manfaatkan.Kekuatan.Cloud
READ MORE - Norton 2013 Beta Manfaatkan Kekuatan Cloud

10 Distro Linux Terpopuler Saat Ini


10-Distro-Linux-Terpopuler
Menjamurnya distro Linux berdampak positif dalam menciptakan iklim kompetisi yang sehat untuk menjadi distro terbaik. Mari kita lihat, siapa saja jawaranya saat ini.
Linux memiliki ciri khas yang sukar ditemukan di sistem operasi lain, yaitu keragaman. Keragaman ini terwujud dalam bentuk banyaknya distro (distribusi) Linux, yaitu paket lengkap berisi kernel (jan­tung sistem operasi), driver, serta seluruh aplikasi pendukungnya. Setiap distribusi biasanya memiliki pendukung setia dan selalu berpacu menjadi yang terbaik dalam menawarkan beragam features bagi penggunanya. Faktanya, kualitas setiap distro tidaklah sama. Hanya beberapa dis­tro yang terlihat dominan di dunia Linux.
Penasaran siapa saja jawara Linux saat ini? Mari kita hitung mundur sembari melihat satu persatu apa saja ciri khas mereka. Peringkat ini diambil dari rangking Distrowatch pada awal November 2011. Distrowatch adalah website rujukan yang secara tidak resmi diakui sebagai data paling valid dalam melihat dinamika perkembangan distro Linux.
10. Mandriva
Why it's hot?
Sebelum Ubuntu menjadi populer, Mandriva adalah jagonya. Distro ini menggabungkan dua distro, yaitu Mandrake dan Connectiva. Distro ini berasal dari kalang­an Linux di Perancis. Sayangnya, masalah finansial hingga menjurus kebangkrutan menghambat perkembangannya. Mandriva memiliki sistem konfigurasi bernama DrakConf yang mudah dipahami pengguna dengan beragam tingkat kemahiran. Drakconf bisa dianggap pesaing kuat dari YaST yang diusung distro openSUSE.
Selain itu, Mandrake menggunakan sis­tem paket manager urpmi yang bisa disejajarkan dengan apt-get milik Debian. Untuk aspek ini, Mandrake sedikit menyalib Redhat/Fedora pada sekitar satu dasawarsa lalu. Saat itu, masalah dependency (ketergantungan antarpaket aplikasi) adalah masalah yang biasanya diselesaikan secara manual. Namun berkat urpmi, pengguna Mandriva dengan cepat membereskannya. Sebagai catatan, Mandrake/Mandriva bisa dibilang cukup setia de­ngan desktop environment KDE sebagai default. Penulis sendiri masih ingat, Mandrake seri 7 adalah yang pertama mengusung KDE 1.1.1, dimana versi KDE tersebut memperoleh berbagai penghargaan dari berbagai pihak atas kualitas dan inovasinya. Secara tidak langsung nama Mandrake/Mandriva jadi ikut terangkat. Saat ini, ada project distro bernama Mageia yang merupakan distro "fork" dari Mandriva. Distro "fork" terjadi karena beberapa developer (sebagian di-PHK dari Mandriva) tidak puas dengan berbagai kebijakan Man­driva dan akhirnya memutuskan untuk membuat sistem Linux sendiri.
9. Puppy
Why it's hot?
Puppy memberi nyawa kembali pada PC Pentium lama kita. Puppy didesain agar tidak membutuhkan resource yang banyak, baik dari sisi RAM, prosesor, atau graphics card. Untuk itu, Puppy membekali diri dengan beragam aplikasi yang tidak rakus resource. Sebagai contoh, Abiword dan Gnumeric sebagai alternatif paket Open Office, Midori sebagai web browsernya, dan aplikasi alternatif lainnya.
10-Distro-Linux-Terpopuler
Puppy memiliki mode untuk berjalan sepenuhnya di RAM tanpa harus mengakses hard disk. Nilai plus lainnya, jika kita ingin sistem Puppy kembali seperti awal, kita cukup me-reboot-nya. Cara ini efektif untuk sistem yang rentan masalah, misalnya percobaan aplikasi versi beta. Selain di-burn ke CD, Puppy memiliki file image yang bisa ditulis ke flash disk. Alternatif ini bisa lebih mempercepat operasional Puppy. Anda pun memiliki opsi untuk menyimpan perubahan seperti setting desktop ke disk agar saat Puppy di-restart, seluruh setting dibaca ulang dan kondisi sistem dikembalikan persis saat Anda terakhir men-shutdown komputer.
8. CentOS
Why it's hot?
Kestabilan dan performa yang setara RHEL (Redhat Enterprise Linux) merupakan keunggulan distro ini. Implementasi RHEL yang sudah diakui di lingkungan enterprise menjadikan CentOS sebagai alternatif "gratisan" RHEL yang sangat menarik. Ini semua berkat usaha tim Cent­OS yang meng-compile ulang source dari berbagai paket program RHEL dan menyingkirkan berbagai copyright content spesifik dari distro RedHat.
10-Distro-Linux-Terpopuler
Yang tidak kalah menarik adalah du­kung­an update hingga 7 tahun. Ini artinya, Anda bisa terus menerus memakai sistem yang sama tanpa perlu meng-install ulang. Seabagi perbandingan, Ubuntu server edisi LTS saja baru mencapai rentang dukungan kurang lebih 5 tahun. Para administrator sistem tentu akan lebih "lega" karena bug software akan terus diperbaiki selama masa itu. Kekurangan dari CentOS adalah update-nya yang lebih lambat dari RHEL. Ini terjadi karena pengembang CentOS perlu waktu untuk melakukan rekompilasi dari update yang dikeluarkan oleh RedHat sekaligus mengujinya. Jadi, misalkan Apache server yang dipaketkan oleh Redhat 5.6 butuh waktu diperbaiki selama 3 hari, boleh jadi CentOS baru dirilis dua  minggu kemudian.
7. PCLinuxOS
Why it's hot?
Mantan jawara DistroWatch ini menerapkan konsep mirip Ubuntu (Mint), yaitu dengan memoles Debian agar lebih mudah digunakan. Bedanya, PCLinuxOS berbasiskan Man­drake dan menggunakan KDE, sementara distro lain banyak yang beralih ke GNOME. Namun, guna meme­nuhi kebutuhan user, dirilis juga versi lain yaitu berbasis XFCE, LXDE, dan openBox. Hal unik pada PCLinuxOS adalah pengga­bung­an (kombinasi) sistem manajemen paket RPM dan apt. Lebih tepatnya, paket aplikasi di PCLinuxOS menggunakan format RPM, tetapi mekanisme instalasi menggunakan APT.
6. Arch
Why it's hot?
Pada distro ini, rolling release dan sistem instalasi dikendalikan sepenuhnya oleh pengguna (hanya meng-install sesuai keperluan) sehingga cocok untuk membuat sistem yang "ramping". Rolling release memungkinkan Arch selalu ter-update de­ngan software terbaru tanpa harus menunggu rilis versi distro berikutnya.
10-Distro-Linux-Terpopuler
Arch Linux bisa dikatakan sebagai dis­tro Gentoo generasi baru, namun minus features compile software. Arch memaketkan aplikasi siap install, sementara Gentoo memaketkan source dari aplikasi sehingga harus di-compile terlebih dahulu. Dengan semakin majunya sistem komputer, proses compile software dianggap tidak lagi memberikan keuntungan signifikan dan di sisi lain dianggap kurang praktis.  Pengembang Arch menyadari hal ini, namun demikian Arch tetap menyediakan opsi untuk meng-install-nya via source aplikasi. Source aplikasi bisa di-download dari ABS (Arch Build System) dengan bantuan software, seperti packer. Opsi instalasi via source tersebut terutama menjadi solusi jika software yang ingin di-install belum masuk repository resmi dari Arch Linux.
5. openSUSE
Why it's hot?
Framework Mono dan software Yast. Mono adalah penerapan .Net di Linux. Mungkin ini bukan suatu hal yang luar biasa, tetapi bagi para developer .NET, adanya Mono memungkinkan berjalannya program berbasis .NET. Dampaknya adalah memudahkan inter-operatibilitas antara Windows dan Linux serta platform lain yang mendukung .Net.
YaST adalah sistem adminis­trasi terpadu yang hanya ada di SuSE dan openSUSE. Hingga saat ini, bisa dikatakan YaST adalah tool administrasi yang sangat berguna bagi para administrator. Dengan beberapa klik mouse, tugas yang terbilang rumit, seperti mempersiapkan virtual machine Xen atau setup cluster fail over berbasis DRDB bisa dikerjakan dengan mudah! Selain itu, dukungan hardware-nya pun cukup bagus. Terutama pada masa awal bangkitnya distro-distro Linux, SuSE yang selangkah didepan mendukung hardware-hardware yang ada di pasaran, sementara distro lain perlu waktu lebih lama

4. Debian
Why it's hot?
Stabil, jumlah paket yang sangat banyak (sekitar 29 ribu), dan dukungan komunitas yang tinggi adalah ciri kahs distro Debian. Selain itu, distro tersebut kini memiliki paling banyak turunan. Bahkan pada rangking sepuluh besar banyak dihuni distro turunannya, seperti Ubuntu, Mint, PCLinuxOS. Distro Puppy untuk beberapa serinya juga bisa dibilang turunan Debian secara tidak langsung, misalnya edisi Lucid Puppy. Selain itu, distro Debian sudah teruji dalam hal kualitas. Distro yang menyainginya mungkin hanyalah Slackware. Perbedaannya, distro Slackware lebih terkesan "one man show", sementara Debian lebih menonjolkan aspek "kebersamaan".
Debian juga satu-satunya distro Linux yang terbanyak mendukung beragam arsitektur di luar prosesor Intel. Tercatat ada ARM, MIPS, PowerPC, s390, HP-PA (Hewlett Packard Precision Architecture), dan beberapa lainnya. Ini tentunya memudahkan pengguna Debian untuk memakai satu platform OS yang sama di berbagai lingkungan hardware. Tidak lupa pula project kfreebsd dimana distro Debian dikombinasikan dengan kernel FreeBSD. Jadi Anda serasa mendapat dua hal sekaligus, "rasa" aplikasi Linux namun performa FreeBSD. Sangat menarik bukan?
3. Fedora
Why it's hot?
Ingin mencari teknologi terbaru? Fedora adalah pilihan utama. Menilik sejarah, Fedora (dulunya adalah Redhat Linux versi desktop) adalah yang pertama menerapkan NPTL (Native POSIX Threading Library), disusul dengan SELinux (Security Enhanced Linux). Terdapat juga inovasi lain, seperti Zero Conf, KVM (Kernel Virtual Machine), dan sistem desktop Blue Curve yang menyatukan GNOME dan KDE dalam satu tampilan serupa. Fedora adalah wujud kerja sama komunitas open source yang didukung penuh oleh Redhat. Karena terkait erat dengan Red Hat, cukup masuk akal jika Fedora paling awal menerima berbagai update teknologinya. Sekitar 30% sampai 40% developer Linux yang bekerja di suatu perusahaan adalah karyawan Redhat. Jadi, Fedora bisa diibaratkan sebagi "ruang pajang" dan "ruang testing" bagi beragam ino­vasi Redhat.
10-Distro-Linux-Terpopuler
Mungkin sedikit yang mengetahui bah­wa Fedora adalah basis bagi RHEL. Sebagai contoh, RHEL versi 6 menggunakan basis Fedora 12. Ini dilakukan sebagai perwujudan kesinambungan pengembangan Linux. Versi Fedora yang dianggap stabil dan menerima respon positif kemudian ditetapkan sebagai fondasi, lalu disusul de­ngan penyempurnaan di berbagai aspek. Jadi, meskipun RHEL adalah produk komersial, keberadaannya tidak terlepas dari adanya kontribusi komunitas Fedora.
2. Ubuntu
Why it's hot?
Distro ini berhasil menampilkan "image" ramah pengguna dan dukungan utility Synaptic (Software Center) yang memudahkan proses update. Selain itu, tersedia seri (Long Term Service) yang menyediakan update hingga 3 tahun. Rata-rata distro Linux memberikan update sampai dengan satu setengah tahun.
10-Distro-Linux-Terpopuler
Dengan dukungan dari perusahaan Canonical Inc. yang didirikan oleh Mark shuttleworth, Ubuntu tidak hanya men­dapat dukungan komunitas tapi juga dukungan finansial dan developer yang digaji oleh Canonical. Mark bisa disebut sebagai perintis distro Ubuntu. Ide dasarnya adalah ingin membuat dan mengembangkan sistem "Linux untuk manusia". Artinya, suatu sistem Linux yang mudah digunakan oleh manusia, terlepas dari tingkat kemampuan teknisnya. Ubuntu memiliki banyak varian, diantaranya Kubuntu (menggunakan KDE), Xubuntu (menggunakan XFCE), Lubuntu (menggunakan LXDE), dan seterusnya. Ubuntu juga memiliki banyak distro turunan, di antaranya Zentyal (distro untuk server) dan Backtrack yang dikenal sebagai distro spesialis dalam bidang hacking security.
1. Mint
Why it's hot?
Ini dia jawara baru kita. Mint berhasil mengungguli Ubuntu yang notabene adalah "orang tuanya" karena Mint dikembangkan berdasarkan Ubuntu. Mint menyediakan aplikasi lengkap pada distronya, mulai dari paket office, codec, hingga multimedia player. Jadi, saat menggunakannya di awal, Anda tidak perlu terhubung ke Internet karena program yang dibutuhkan sudah termuat di installer.
10-Distro-Linux-Terpopuler
Mint juga memperkenalkan konsep Mint Debian Edition. Dalam versi ini, yang dipakai sebagai basis adalah Debian Testing. Keuntungannya? Update yang lebih cepat sehingga menyerupai model rolling release. Karena berbasis Debian, Mint Debian tidak kompatibel dengan repository Ubuntu. Kadang, ini membawa dampak positif karena banyak yang menilai kualitas  software  di repository Debian lebih ba­gus dari repository Ubuntu.  Banyak juga yang menyebutkan bahwa Mint bisa menyalip Ubuntu karena Mint mempertahankan penggunaan Gnome versi 2. Sebagian user Ubuntu kurang nyaman dengan interface Unity yang dianggap berubah terlalu radikal. Ubuntu sendiri memiliki berbagai varian, seperti Kubuntu yang berbasis KDE, tetapi Mint masih yang terpopuler.
Di luar 10 jawara di atas, masih ada beberapa distro Linux yang patut diperhitungkan. Berikut ini dua distro diantaranya (tidak berdasar urutan tertentu).
Slackware
Why it's hot?
Selain stabil dan manajemen paketnya mu­dah, sang pendiri dan pengembang distronya, Patrick Volkerding, sangat populer di kalangan Linux. Begitu dominannya pengaruh Patrick, banyak penggunanya yang beropini jika Patrick tidak lagi ada, Slackware pun tidak lagi sama dalam berbagai aspeknya. Distro Slackware terkesan kurang user friendly. Ini terjadi karena Slackware tidak memiliki tool konfigurasi khusus. User harus mengedit sendiri file-file konfigurasi sehingga pe­ngetahuan yang agak mendalam soal UNIX atau Linux menjadi suatu keharusan. Ada suatu ungkapan "if you use Ubuntu, you'll learn Ubuntu. If you use Slackware, you'll learn Linux". Slackware menjadi semacam simbol yang mewakili Linux yang sebenar-benarnya, setidaknya bagi sebagian orang.
Gentoo
Why it's hot?
Anda yang gemar men-tuning sistem mungkin akan menyukai Gentoo yang aplikasinya di-install dengan meng-compile source (dipandu sistem Portage). Anda dapat mengontrol berbagai fasilitas yang dibutuhkan, bahkan dapat meng-compile ulang 100% sistem agar lebih berjalan optimal di sistem Anda! Gentoo juga mengandalkan sistem konfigurasi manual oleh user. Jadi, seperti juga Slackware, Anda dituntut untuk dapat memahami berbagai aspek di Linux. Selain itu, Gentoo menganut konsep rolling release, sehingga sistem Anda akan selalu ter-update terus menerus.

sumber : http://chip.co.id/news/read/2011/12/28/1652424/10.Distro.Linux.Terpopuler.Saat.Ini/2
READ MORE - 10 Distro Linux Terpopuler Saat Ini

Mobile Hacking: Optimalkan Smartphone iOS dan Android


Mobile Hacking-iOS-dan Android
CHIP.co.id - Anda ingin mengoptimalkan iOS dan Android? Bagaimana membuka kuncinya? Apakah ada aplikasi yang disembunyikan sistem? Ikuti trik dari CHIP berikut ini.
Tujuan tuning pada smartphone sama seperti PC, yaitu meningkatkan kinerja sistem, meng­aktifkan fungsi-fungsi yang tersembunyi, serta memodifikasi user interface. Saat ini, sistem operasi iOS dan Android memiliki jutaan Apps (aplikasi) yang dapat mempercantik tampilan dan fungsi. Di Android, Anda bahkan dapat meng-install sistem baru (custom ROM). Sementara di iOS, Anda bisa memanfaatkan Cydia Marketplace untuk men-download aplikasi tanpa batasan area (negara). Namun, untuk perluasan ini, smartphone harus sudah dalam kondisi tidak terkunci (unlock) sehingga sistem dapat diakses penuh oleh pengguna. Untuk iOS Anda dapat melakukan "Ja­ilbreak“ dan di Android dengan cara "Root". Semua perubahan yang telah dilakukan pun dapat dikembalikan seperti semula. CHIP menunjukkan langkah demi langkah untuk meng-unlock iOS dan Android.
Mobile Hacking-iOS-dan Android
HATI-HATI! Modifikasi seperti ini akan mengakses jauh ke sistem sehingga sa­ngat berisiko. Oleh karena itu, Anda harus melakukannya dengan hati-hati.
iOS
Mobile Hacking-iOS-dan Android
Jailbreak iOS
Walaupun Jailbreak tidak menghapus data, sebaiknya Anda lakukan proses backup. Di dalam iTunes, pilih perangkat iOS yang Anda miliki, klik kanan, dan pilih menu "Save". Untuk mengembalikan data yang terhapus, Anda bisa memilih menu "Run Recovery from Backup". Catat versi iOS sebelum melakukan jailbreak (terdapat di menu "Settings | General | Info". Semua versi iOS sampai 4.3.4 dapat di-jailbreak melalui website jailbreakme.com dari perangkat iOS. Anda juga harus mengakses Cydia untuk men-download dua update pen­ting,  "PDF Patch" dan "isslfix". Kedua update tersebut untuk menutup celah keamanan. Versi iOS 4.3.5 masih sulit di-jailbreak. Sampai tulisan ini dibuat, hanya satu jailbreak untuk versi ini, yaitu "tethered Jailbreak". Setelah menjalankan proses jailbreak, Anda dapat mem-booting ulang perangkat yang terhubung dengan PC yang sudah memiliki software jailbreak "redsnOw". Jika tidak ada software tersebut, perangkat akan terus looping di boot cycle.
Sebelum proses jailbreak, ada baiknya download dahulu image versi iOS 4.3.4/8K2 dengan program "ipswDownloa­der" di Windows. Matikan iPhone lalu hubungkan ke PC, dan jalankan redsnOw 0.9.8b4. Klik "Browse" dan berikan lokasi path penyimpanan file IPSW. Setelah mengklik "Next", proses baru berjalan. Periksa terlebih dahulu apakah menu "Ins­tall Cydia" sudah terpilih atau belum. Jika sudah, lanjutkan de­ngan mengklik "Next". Sekarang, jalankan jailbreak dengan memengklik "Next" kembali. Bersamaan dengan itu, Anda harus mengubah mode iPhone ke DFU-Mode. Caranya? Tekan dan tahan tombol [Power] pada perangkat selama 3 detik. Kemudian (masih menekan tombol [Power]), tekan tombol [Home] selama 10 detik. Terakhir, lepaskan tombol [Power] dan tahan tombol [Home] selama 15 detik. Tunggu hingga layar iPhone menyala singkat. Sekarang, redsnOw akan men­jalankan jailbreak secara otomatis,  lengkap dengan akses ke Cydia.
Untuk mengakhiri instalasi Cydia, Anda harus me-restart iPhone setelah proses jailbreak. Untuk itu, matikan perangkat, hubungkan ke PC, dan jalankan redsnOw kembali. Load file IPSW dan kosongkan option "Install Cydia". Selanjutnya, pilih "Just boot tethered right now". Ubah mode iPhone ke DFU seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Terakhir,  booting de­ngan bantuan redsnOw. Apabila iPhone terjebak di boot cycle, tahan tombol [Power] selama beberapa detik sampai layar gelap dan ulangi prosedur yang ada di layar. Kini, perangkat sudah berhasil di-jailbreak.
Backup iPhone Unlock
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mem-backup SHSH-Blob melalui Cydia. Dengan signature file ini, nantinya Anda dapat melakukan recovery system secara menyeluruh, tanpa harus menjalankan versi iOS terbaru. Cydia biasanya menyimpan SHSH-Blobs secara otomatis. Namun, jika belum tersimpan, Anda dapat memilih option "Make my life easyier"  di menu utama Cydia.
Selanjutnya, Anda harus mengubah password standar Secure Shell (SSH). Untuk melakukan hal tersebut, Anda perlu aplikasi MobileTerminal. Aplikasi yang mendukung iOS 4 ini terdapat pada server khusus. Oleh karena itu, server ini harus terkoneksi lebih dahulu dalam Cydia. Masuk ke menu "Organize | Sources" lalu "Edit" daftar, dan tambahkan koneksi ke server dengan tombol "Add". Alamat server ini ada di http://www.ijailbreak.com/repository. Sekarang, cari dan install MobileTerminal. Jalankan aplikasi ini dan berikan perintah "su", "alpine", "cd", dan "passwd" (masing-masing diikuti dengan Enter). Pilih sebuah password baru. Ula­ngi kembali langkah terakhir untuk "passwd mobile". Sekarang keseluruhan proses jailbreak selesai dan Anda dapat meng-install semua aplikasi dari Cydia.
Menghapus Jailbreak
Untuk alasan tertentu, Anda bisa meng­hapus jailbreak. Caranya, cukup dengan meng-overwrite versi tersebut dengan System Recovery atau melakukan Update. Namun, Anda backup dulu datanya de­ngan  iTunes. Ubah perangkat ke dalam mode "Maintenance" dan matikan iPhone. Tekan tombol [Power] dan [Home] secara bersamaan sampai logo Apple muncul. Lepaskan tombol [Power] dan tetap tekan tombol [Home] sampai icon iTunes berikut kabel muncul di layar. Kini, jalankan iTunes dan hubungkan iPhone ke PC lalu pilih file dalam iTunes. Selanjutnya, Anda bisa mengklik "Run Recovery". Apple akan menghapus semua data pada iPhone dan meng-install versi iOS terbaru.
Jika Anda ingin kembali melakukan jailbreak setelah proses system recovery, lakukan langkah sebagai berikut. Dengan ipswDownloader, load versi iOS yang diproteksi dengan SHSH-Blob, misalnya iOS 4.3.5. Kemudian, lakukan perubahan pada file Hosts yang terdapat dalam direktori "C:\Windows\System32\drivers\etc“ agar iTunes dapat meminta sertifikasi dari Cydia, bukan dari Apple. Untuk itu, buka file Hosts dengan Windows Editor dan tambahkan baris berikut: "74.208.10.249 gs­.ap­ple.com" (tanpa tanda kutip). Simpan dan tutup file tersebut. Pindahkan iPhone ke mode maintenance, hubungkan ke PC, dan pilih perangkat dalam iTunes. Sekarang, tekan dan tahan tombol [Shift] dan klik "Recover" dengan tombol mouse kiri. Load file IPSW dan jalankan system recovery.



Android
Mobile Hacking-iOS-dan Android
Unlock Android sekali klik
Untuk Android, admin access atau root access lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan iOS. Untuk itu, pengguna memerlukan sebuah program yang disebut Windows SuperOneClick. Pertama, aktifkan USB-Debugging Mode pada Smartphone melalui "Settings | Applications | Development". Hubungkan smartphone ke PC dan jalankan SuperOneClick. Tunggu proses instalasi driver selesai. Setelah mengklik "Root", perangkat sudah dalam kondisi unlock. Konfirmasikan pesan BusyBox dan biarkan tes berjalan, lalu akhiri dengan restart smartphone. Root access akan terhapus jika Anda mengembalikan lagi ke proses "Unroot".
Root Samsung Galaxy S
Ada kemungkinan SuperOneClick tidak berfungsi untuk beberapa perangkat Android. Contohnya, Android Gingerbread tidak dapat dibuka dengan SuperOneClick. Namun, CHIP menunjukkan cara me-root perangkat ini.
Mobile Hacking-iOS-dan Android
Klik gambar untuk lebih jelas
Pertama, Anda harus memeriksa apakah Galaxy S dapat dipindahkan ke Bootloader Mode. Untuk itu, matikan perangkat dan putuskan koneksi ke PC. Sekarang, tekan dan tahan tombol [Volume Down], [Power], dan [Home] secara bersamaan. Setelah beberapa detik, akan muncul sebuah tanda peringatan berwarna kuning. Jika download mode ini tidak muncul, Anda tidak dapat melakukan modifikasi ini karena dapat merusak perangkat. Keluar dari Download Mode dengan menekan tombol [Power] selama 15 detik.
Agar data tidak hilang, lakukan root sebagai berikut. Pertama, catat Build number-nya. Informasi ini terdapat pada menu "Settings | About Phone". Resminya, Android-2.3.3-Version Galaxy S bernama "GINGERBREAD.XWJVI". Lakukan root dengan file Kernel "CF-Root-XW_DBT_JVI-v3.7-CWM3RFS". Apabila Build number Anda berbeda, download Root-Kernel yang sesuai dengan versi tersebut melalui alamat bit.ly/aMXFXU. Sekarang, ekstrak file ZIP yang sudah di-download. Install Windows driver untuk Galaxy S (dapat dilakukan dengan meng-install management software Kies dari Samsung). Sekarang, jalankan program Flash Odin3 dan  pindahkan Galaxy S ke Download Mode , lalu hubungkan ke PC. Selanjutnya, tutup program Kies. Pada Odin3, klik "PDA" dan load TAR-file dalam direktori "CF-Root". Jika belum dilakukan, beri tanda centang pada "Auto Reboot" dan "F.Reset Time" (tetapi biarkan "Re-Partition"). Dengan "Start", Root-Kernel akan dijalankan. Sebuah Recovery-Partition juga akan dibuat dan nantinya dapat digunakan untuk flashing Custom-ROM. Setelah Galaxy S di-restart, Root access sudah di tangan dan semua program  Android dapat di-install tanpa masalah.
Custom ROM pada Galaxy S
Sekarang, kita melangkah ke tahap berikutnya, yaitu meng-install sebuah ROM yang telah dimodifikasi. Pertama, lakukan backup seluruh aplikasi dengan program Titanium Backup, SMS Backup & Restore untuk SMS (keduanya tersedia gratis melalui Android Market), dan kontak melalui e-mail Google. Anda juga harus mencatat nomor ID (IMEI ) ponsel yang terkadang ikut di-overwrite pada saat flashing. Untuk itu, gunakan aplikasi Root-Explorer seperti "File Expert" untuk menelusuri direktori sistem. Copy folder "efs" dan simpan ke dalam SD Card. Catat nomor IMEI yang aktual dari "Settings | About Phone | Status". Jika angka ini berubah setelah instalasi sebuah ROM baru, overwrite folder "efs" yang berada dalam direktori sistem dengan folder yang telah di-backup tadi.
Sekarang, download Custom ROM yang diinginkan untuk Galaxy S. Salah satu ROM yang terbaik adalah MIUI, berbasis pada Gingerbread versi 2.3.5 paling aktual. ROM ini dapat diperoleh melalui website XDA developer.  Copy file ZIP ROM tersebut ke internal storage Galaxy S (bukan pada Storage Card). Pindahkan Smartphone ke dalam Recovery Mode. Untuk itu, matikan perangkat, tekan dan tahan tombol [Volume-Up], [Power] dan [Home] secara bersamaan selama beberapa detik sampai program Recovery berjalan. Setelah itu, pindahlah ke bagian "wipe data/factory reset" dengan tombol volume dan konfirmasikan dengan tombol [Home]. Pi­lih "Yes" dan konfirmasikan dengan tom­bol [Home]. Ulangi proses ini untuk "wipe cache partition" dan "advanced | Wipe Dalvik Cache". Sekarang, kembali ke menu utama dengan tombol "Back". ROM baru ini di-install dengan menu "install zip from sdcard | choose zip from sdcard". Ter­akhir, pilih Custom ROM dan konfirmasikan dengan "Yes" melalui tombol [Home].
Menghapus semua track
Apabila semua modifikasi ROM ingin dihapus, Anda hanya memerlukan firmware Gingerbread resmi I9000XWJVI untuk Galaxy S dan dijalankan melalui Odin3. Firmware ini dapat diperoleh melalui alamat bit.ly/kv89Oi. Copy file Zip-nya ke PC dan ekstrak ke sebuah folder. Pindahkan perangkat ke Download Mode seperti yang dijelaskan sebelumnya. Jalankan Odin3 dan hubungkan Smartphone ke PC. Sekarang, panggil empat file berikut dalam Odin3: file "s1_odin_20100512.pit" untuk "PIT", file "PDA_XWJVI_Sbl.tar.md5" untuk "PDA", file "PHONE_XXJVO.tar.md5" untuk "PHONE" dan file "CSC_DBTJV2.tar.md5" untuk "CSC". Untuk Build-Version yang lain, biasanya untuk "PDA" selalu dimulai de­ngan "CODE_" dan file-file untuk "PHONE" dimulai dengan "MODEM_". Sementara itu, file PIT dapat dilihat dari nama file-nya. Jika tidak terpilih secara otomatis, centangkan option "Re-Partition", "Auto Reboot", dan "F.Reset Time". Kemudian, tekan "Start". Tidak lama, Galaxy S akan kembali ke factory default dan semua track sudah terhapus.

sumber : http://chip.co.id/news/read/2012/02/14/1800424/Mobile.Hacking:.Optimalkan.Smartphone.iOS.dan.Android/2
READ MORE - Mobile Hacking: Optimalkan Smartphone iOS dan Android

Menguji iPhone 4S



Uji-iPhone-4S
Dalam urusan tampilan, iPhone yang baru tidak ada bedanya dengan yang lama. Namun, di balik kulit luarnya iPhone baru menawarkan performa yang jauh lebih baik dan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi dalam pengoperasiannya.
iOS 5 merupakan sistem operasi baru smartphone kelas atas dari Apple, yaitu iPhone 4S. Huruf S pada nama iPhone 4S adalah kependekan dari speed atau kecepatan. Namun, huruf ini juga bisa jadi kependekan dari “Siri”, software pengenal suara baru iPhone. Software ini hanya terdapat pada iPhone 4S dan merupakan update terbesar dari iPhone. Siri dapat memberi jawaban pertanyaan seperti, “Apakah hari ini akan hujan?” Selain itu, software ini dapat membuat jadwal baru, menyetel alarm, membaca pesan baru, menulis SMS dan e-mail, serta mendiktekan teks. Oleh karena itulah, Siri sangat berguna jika Anda sedang mengendarai mobil.
Namun, Siri masih berada dalam tahap beta dan masih sering  terjadi kesalahan pada teks yang panjang. Siri juga sangat peka terhadap suara berisik di sekitar kita. Siri hanya dapat melakukan semua tugasnya jika terhubung dengan UMTS atau WLAN. Waktu pemrosesan sebuah pertanyaan berlangsung antara satu hingga tiga detik dan tergantung dari kekuatan sinyal. Dalam tes yang kami lakukan, sebuah teks hasil pendiktean membutuhkan ruang sebesar 320 KB. Jika setiap hari Anda mendiktekan teks sepanjang lima menit, Anda akan membutuhkan ruang sekitar 50 MB per bulannya.

Kinerja prosesor: Tak tertandingi
Selain Siri, Apple memasukkan prosesor dual-core Apple A5 yang mampu bekerja sedikit lebih cepat dibandingkan iPad 2. Dengan prosesor baru itu, performa iPhone 4S lebih cepat sekitar 70% dibandingkan pendahulunya. Setelah kami tes, iPhone 4S dapat melakukan booting dengan lebih cepat, memulai aplikasi dengan lebih gesit, dan menampilkan website dengan lebih mulus dibandingkan iPhone 4.
Uji-iPhone-4S
Beragam Teknologi Terbaru iPhone 4S
Dalam hal grafik, iPhone 4S mengungguli bukan saja semua pendahulunya, melainkan juga saingannya dari kubu Android. iPhone 4S menunjukkan hasil enam hingga tujuh kali lebih cepat pada OpenGL-Benchmark dibandingkan iPhone 4. Perangkat Android unggulan Samsung pun, Galaxy S2, hanya menunjukkan hasil 50% di bawah iPhone 4S. Games iOS yang membutuhkan kekuatan grafis besar, seperti Infinity Blade, dapat memperlihatkan detail yang lebih tinggi, tekstur yang lebih mulus, anti-aliasing, dan pencahayaan yang lebih realistis. Akan tetapi, peningkatan ini juga memberikan dampak negatif. iPhone baru ini memakan daya yang jauh lebih besar, bukan saja saat kita bermain game, melainkan juga saat kita menelepon. Selain itu, modul network 3G pada iPhone 4S tidak lagi dapat dimatikan.
iPhone 4S juga menawarkan kecepatan pada mobile data network, meskipun Apple belum mendukung High-Speed-Standard LTE. Pada browser benchmark melalui WLAN, iPhone jauh mengungguli saingannya dalam dukungan dual-core pada prosesornya. Smartphone Android versi 2 hingga kini masih belum menggunakan core prosesor lebih pada browser tab. Untuk penerimaan sinyal yang baik, Apple memasang dua antena pada iPhone 4s. Jadi, tidak ada lagi “death grip”, atau kekuatan sinyal akan turun drastis begitu ponsel digenggam penuh dengan satu tangan, seperti yang terjadi pada iPhone 4.
Foto dan video pun terlihat jauh lebih mengagumkan dan realistis berkat White Balance yang lebih baik pada iPhone 4S. Sayangnya, terkadang terlihat kontur ganda pada proses editing  jika Anda memperbesar gambar secara maksimal. Kamera merekam video dalam format 1080p. Sebuah rekaman berdurasi satu menit membutuhkan sekitar 180 MB.
Kesimpulannya sekarang ini, tidak ada smartphone lain yang dapat menandingi iPhone 4S. Untuk iPhone 5, banyak pengguna berharap pada layar yang lebih besar dan dukungan NFC untuk penukaran data wireless. Gantilah iPhone 4 Anda dengan iPhone 4S hanya jika Anda menginginkan games dengan tampilan grafis yang lebih baik atau foto dan video yang berkualitas tinggi.
Uji-iPhone-4S
Tabel Perbandingan iPhone 4S dengan iPhone 4


READ MORE - Menguji iPhone 4S

Diet untuk Merampingkan Sistem Linux


Diet-Linux
Ibarat manusia yang cenderung bertambah berat sejalan dengan waktu, sistem Linux-pun menunjukkan gejala serupa. Simak kita-kiat merampingkan sistem Linux agar kembali "langsing" dan "gesit".
Download file, install program adalah dua hal yang paling sering dilakukan pengguna Linux. Secara tidak langsung, dua aktivitas ini akan "menggemukkan" isi hard disk kita dan bisa memperlambat kinerja sistem. Install ulang sebagai solusinya? Tidak perlu! Kalau hanya ingin sekadar merapikan sistem, baca dulu tips yang akan diulas di artikel kali ini.
Pada dasarnya, ada dua hal utama yang perlu dilakukan:
  1. Membersihkan file-file: Ini bisa berarti membackup data, menghapus data, atau melakukan keduanya sekaligus.
  2. Meng-uninstall program program yang tidak diperlukan.
Untuk memperjelas penggunaan perintah, prompt # berarti perintah dilakukan sebagai root, sementara prompt $ berarti cukup dilakukan sebagai user biasa. Meskipun praktik dilakukan berbasiskan distribusi (distro) Linux Mint, metodenya bisa diterapkan untuk distribusi Linux pada umumnya.
Diet-Linux
A. Backup data
Backup data adalah salah satu hal terpenting sebelum kita melakukan berbagai perubahan pada suatu sistem. Proses backup sebaiknya dilakukan rutin, misalnya dua minggu sekali. Dengan demikian, risiko hilangnya data akibat kerusakan atau terhapusnya file dapat Anda hindari. Ada banyak utility untuk melakukan backup. Pada artikel ini, penulis ingin memperkenalkan suatu program bernama rdiff-backup. Program ini berbasis pada rsync yang cukup terkenal. Anda dapat meng-install program tersebut pada distro Debian melalui perintah singkat berikut ini.
# sudo aptitude install rdiff-backup
Kelebihan program rdiff-backup adalah fungsi backup incremental-nya. Misalnya, Anda hendak mem-backup direktori X ke direktori Y. Pada direktori X terdapat 10 file (1.txt, 2.txt, sampai dengan 10.txt). Saat mem-backup, sepuluh file ini di-copy semua ke direktori Y. Sejam kemudian, file 10.txt ditambah isinya (isinya mengalami perubahan). Pada backup incremental, karena hanya file 10.txt yang berubah, hanya file tersebut yang di-copy lagi ke direktori Y.
Diet-Linux
Idealnya, sediakan sebuah hard disk eks­ternal berukuran besar untuk menampung hasil backup. Saat ini, harga hard disk external USB berkapasitas ratusan GB sudah relatif terjangkau. Kita misalkan hard disk eksternal dikenali sebagai /dev/sdb1, sementara partisi /home Linux ada di /dev/sda1. Adapun semua data user berlokasi di direktori/home/joe.
Pertama, lakukan proses mount manual dan persiapannya:
# mkdir /mnt/usbdisk
# mount /dev/sdb1 /mnt/usbdisk

Agar lebih terstruktur, buatlah sebuah direktori pada USB disk:
# mkdir /mnt/usbdisk/backup
Selanjutnya, lakukan proses backup:
# rdiff-backup /home/joe/ /mnt/usbdisk/backup
Tunggu beberapa saat hingga prompt kembali muncul (tanda proses backup selesai). Tidak adanya indikator proses copy yang sedang aktif adalah salah satu kelemahan dari rdiff-backup.
Apabila Anda ingin melakukan backup lagi, cukup ulangi pe­rintah di atas dengan asumsi tujuan backup adalah direktori yang sama. Untuk melakukan restore, Anda dapat melakukannya dengan perintah berikut ini.
# rdiff-backup -r now /mnt/usbdisk/backup /home/joe/
File-file versi terakhir yang di-backup akan di-copy kembali ke direktori /home/joe. Untuk penggunaan secara mendetail, silahkan pelajari melalui perintah "man rdiff-backup".
B. Pembersihan berdasarkan ukuran file/direktori
Menurut penulis, data yang menjadi kandidat utama pembersihan data adalah data yang paling menyita ruang disk. Ada beberapa alternatif utility yang dapat menampilkan informasi statistik besarnya direktori dan file. Salah satunya adalah ncdu. Ncdu adalah program sederhana berbasis teks dan menu yang dapat di-install dengan perintah:
# aptitude install ncdu
Berikut ini contoh perintah untuk meng­hitung pemakaian disk di direktori /usr/share/doc:
# ncdu /usr/share/doc
Sebagian tampilan outputnya terlihat pada gambar di bawah ini.
ncdu 1.6 ~ Use the arrow keys to navigate, press ? for help
---/usr/share/doc--------------------------------------------------
    31.9MiB          /kde                                    8.4MiB
/virtualbox-4.0
    6.5MiB  /python-paramiko
    4.1MiB  /libncurses5-dev
    3.1MiB  /testdisk   
    3.2MiB  /graphicsmagick
    2.2MiB  /cvs
    1.9MiB  /dia-common
    2.0MiB  /freemind-doc
    1.6MiB  /gcc-4.4-base

Secara default, ncdu akan membuat dua kelompok, yaitu direktori-direktori dan file-file. Baru pada masing-masing kelompok, diurutkan dari yang besar ke kecil. Ncdu akan mencetak kelompok direktori di atasbaru menyusul file.
Diet-Linux
Apabila Anda tidak suka metode ini dan ingin mengurutkan secara menyeluruh tanpa memisahkan file dan direktori, tekan tombol [t]. Penulis menyarankan mode alternatif ini. Untuk kembali ke mode awal, tekan t sekali lagi.
Setelah Anda mengetahui kira-kira direktori atau file mana yang ingin dihapus, buka terminal baru semisal Konsole atau GNOME Terminal. Ada satu hal yang perlu Anda lakukan yaitu memeriksa apakah file tersebut adalah bagian dari suatu paket. Contohnya:
$ dpkg-query -S /usr/share/doc/kde4/HTML/en/kdm/index.docbook
dpkg: /usr/share/doc/kde4/HTML/en/kdm/index.docbook not found.

Output di atas menandakan bahwa file index.docbook bukanlah bagian dari paket manapun. Anda aman untuk menghapusnya secara langsung dengan perintah rm berikut ini.
# rm /usr/share/doc/kde4/HTML/en/kdm/index.docbook
Namun jika outputnya seperti ini:
$ dpkg-query -S /usr/share/doc/coreutils/changelog.gz
coreutils: /usr/share/doc/coreutils/changelog.gz

Artinya file changelog.gz adalah bagian dari paket coreutils. Anda bisa menyimak bahasan selanjutnya di artikel ini mengenai cara meng-uninstall paket.

sumber : http://chip.co.id/news/read/2012/03/16/1949424/Diet.untuk.Merampingkan.Sistem.Linux
READ MORE - Diet untuk Merampingkan Sistem Linux

Teknologi Hard Disk Masa Depan


Teknologi-Hard-Disk-Terbaru
Teknologi hard disk mendatang harus lebih kompak, lebih murah, dan cepat daripada SSD berbasis Flash.
Saat ini SSD sedang menjadi tren. Hard disk berbasis teknologi Flash memory ini mudah ditemukan di berbagai perangkat keluaran baru, seperti iPad, smartphone, notebook, bahkan PC. Beberapa produsen PC telah mengganti storage hard disk magnetik menjadi SSD untuk alasan kecepatan. Padahal, awalnya teknologi Flash ini tidak dirancang untuk pe­nyim­panan massal karena memoru semi konduktor ini terlalu lambat bekerja. RAM dan CPU PC bahkan dapat memproses data 20 kali lebih cepat dibandingkan proses baca dan tulis pada SSD berbasis Flash.
Kini, banyak perusahaan berkompetisi dalam mengembangkan teknologi pengganti SSD. Milyaran dolar telah diinvestasikan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti IBM, Toshiba, atau Fujitsu untuk mengembangkan teknologi penyimpan data supercepat. Mereka telah memiliki sumber daya yang banyak untuk meneliti lusinan metoda baru yang lebih cepat, lebih tahan banting, dan lebih hemat listrik daripada SSD. Beberapa teknologi baru kini telah muncul sebagai pengganti SSD. Teknologi seperti MRAM, FeRAM, PCM dan lainnya mulai disiapkan untuk dipasarkan paling tidak di awal tahun 2013.
Pengganti Flash memang sangat dibutuhkan karena pengembangan teknologi Flash telah mencapai batas maksimal. Sel-selnya sulit diperkecil lagi untuk mencapai kapasitas simpan yang lebih besar. Selain itu, usia pakai dan konsumsi listrik juga sulit dioptimalkan lebih jauh lagi. Penyebabnya terletak pada cara kerja sel Flash (lihat kanan atas). Pada dasarnya, sel Flash merupakan sebuah transistor dengan tiga kontak di dalamnya, yaitu untuk sumber listrik, saluran kendali, dan output. Saluran kendali memungkinkan arus listrik mengalir atau tidak, sesuai de­ngan prinsip "1" (mengalir) atau "0" (tidak mengalir). Sebenarnya, CPU dan RAM juga terdiri atas transistor. Namun, begitu komputer dimatikan, data di dalamnya langsung hilang. Oleh karena itu, sel Flash memiliki sebuah elemen lainnya, Floating Gate, yang dapat menyimpan muatan listrik secara permanen dalam bentuk elektron.
Gate ini berisi muatan dengan tegangan antara 10-20 Volt. Sel-selnya dibaca dengan arus pengukur yang lemah. Apabila arus mengalir dari sumber ke output, gate dalam kondisi tidak bermuatan dan sel memiliki nilai "1". Namun, jika arus terputus, gate memiliki muatan dan nilainya "0".
Masalah utama storage berbasis Flash adalah untuk proses tulis dan hapus memerlukan arus listrik yang lebih kuat. Oleh karena itu, elemen Floating Gate (yang pada kenyataannya "memegang" elektron dengan buruk) membutuhkan tambahan isolasi tebal yang dapat dilalui elektron bertegangan tinggi. Namun, tegangan tinggi ini akan memperpanjang waktu akses karena setiap kali harus dibangun. Hal ini tentunya dapat memperpendek usia sel karena sebagian kecil dari lapisan isolator akan hilang setiap kali muatan diisi atau dikosongkan.
Sel-sel Flash dalam SSD biasa rata-rata hanya tahan 10.000 proses tulis dan setelah itu tidak dapat digunakan lagi. Kepekaan sel Flash ini menuntut controller yang rumit dan pintar untuk proses tulis yang canggih. Dengan terus berkembangnya teknologi baru, kini lapisan isolasi bisa dibuat semakin tipis, tetapi dapat menambah usia pakai.
SONOS Memory: Jebakan elektron untuk efisiensi
Teknologi-Hard-Disk-Terbaru
Teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan seperti Philips dan Spansion ini mampu mengurangi tegangan yang dibutuhkan sebanyak 50% dibanding teknologi Flash. Dengan begitu, kemampuan sel meningkat hingga 10.000 lebih banyak untuk proses tulis dibanding menggunakan teknologi Flash. Sel SONOS dibangun serupa Flash, tetapi elemen Floating Gate-nya bukan dari silicium, tetapi dari silicium-nitrit yang struktur molekularnya lebih merata dan dapat memegang elektron dengan lebih stabil. Dengan demikian, isolasi bisa lebih tipis dan sederhana sehingga dapat diproduksi dengan lebih kompak dan sederhana daripada Flash.
Sel SONOS juga hanya membutuhkan tegangan 5-8 Volt untuk proses baca dan tulis sehingga mampu menyediakan data  lebih cepat dibanding Flash. SONOS dibangun secara konvensional dan sudah jauh berkembang. Idenya sendiri berasal dari tahun 60-an dan chip pertama dibuat tahun 70-an. Militer dan penerbangan luar angkasa telah menggunakan sel SONOS dalam perangkat-perangkat yang tidak boleh peka terhadap pancaran radioaktif. Untuk pasar massal, sampai saat ini miniaturisasi dan produksi yang murah masih belum memadai. Namun, teknologi ini sudah siap sedia jika Flash sudah tidak bisa berkembang lagi.
FeRAM: Usia pakai lebih panjang
Teknologi-Hard-Disk-Terbaru
Klik Gambar untuk Lebih Jelas
Sel Flash dapat mencapai 10.000 proses tulis. FeRAM drive didesain mampu bertahan hingga 10 miliar proses tulis. Angka ini sudah mendekati penggunaan "unlimited". Para peneliti dari Ramtron, Fujitsu, dan Texas Instruments sedang mengembangkan teknologi ini. Berbeda dengan Flash dan SONOS, FeRAM (ferro-electrical RAM) mampu menyimpan informasi dengan cara menggeser atom, sebuah sistem yang teoritis dapat diulang hampir tanpa batas. Prototipe sel ini sudah ada sejak era 80-an. Saat ini, miniaturisasinya sudah mencapai ukuran produksi 130 nm, masih belum setara dengan sel Flash yang berukuran 20 nm. Namun, ukuran ini sudah memadai untuk produk-produk TI yang ada saat ini.
Pada FeRAM, arus melalui sebuah ferro-elektrikum. Dalam struktur material ini, arus tulis dapat menggeser atom-atom ke atas atau ke bawah. Hal ini mengubah kemampuan menghantarkan listrik material. Kelebihan FeRAM diantaranya adalah proses tulis hanya membutuhkan tegangan rendah. Dengan demikian, konsumsi listrik dapat berkurang hingga 50-25% dari semula. Kinerja tulis juga lebih baik dibanding Flash. Proses polarisasi pada FeRAM sangat cepat sehingga siklus tulis 150 nanodetik 1 Bit dapat ditulis sekitar 67 kali lebih cepat daripada Flash yang membutuhkan 10 milidetik.
Modul dengan FeRAM antara lain diproduksi Fujitsu dan Texas Instruments untuk micro-controller. Saat ini, biaya simpan per Bit masih sangat mahal sehingga teknik ini baru diaplikasikan pada elektronik perangkat kendali airbag atau dalam teknologi kedokteran.
MRAM: Magnet menyimpan informasi selamanya
Teknologi-Hard-Disk-Terbaru
Seperti FeRAM, Magneto-resistive RAM (MRAM) juga dirancang untuk bertahan lama dan sangat cepat. Namun, keduanya berbeda dalam prinsip kerja FeRAM. MRAM menggunakan gagasan inti magnet dari tahun 50-an, tetapi mengonversinya ke dalam dunia IC yang sangat kecil. Info disimpan sebagai kutub magnetik yang tahan lama, tetapi mudah diubah-ubah tanpa batasan sekian siklus.
Prinsip kerjanya: Dua batang magnet diletakkan berdampingan (yang satu memiliki arah polarisasi tetap dan lainnya dapat diubah dengan arus kendali ke arah yang sama atau berlawanan). Apabila arahnya sama, hambatan berkurang bagi arus baca yang melalui kedua elemen. Jika arahnya berbeda, hambatan akan meningkat.  MRAM memiliki kemampuan reaksi yang cepat (teoritis hingga 1 nanodetik). Dengan begitu, sel bisa ditulisi hingga 1.000 kali lebih cepat dibanding Flash. Sebuah image DVD 8 GB bisa disimpan dalam waktu 0,02 detik pada sebuah SSD berbasis MRAM, dibanding 21 detik pada Flash.
Namun, dalam prakteknya masih ditemukan sedikit masalah. Pada clockspeed di atas 400 MHz, magnet saling mempe­ngaruhi. Sebuah proyek penelitian di Physikalish-Technische Bundesanstalt di Braunschweig telah berhasil menyingkirkan masalah ini dengan menggabungkan beberapa sel MRAM menjadi satu elemen. Dengan begitu, performa MRAM juga meningkat 5 kali lipat.
Seperti calon pengganti Flash lainnya, saat ini chip MRAM te­lah diproduksi, tetapi baru digunakan secara terbatas pada bidang-bidang khusus, seperti penerbangan luar angkasa. Namun, keseriusan perusahaan seperti IBM, Toshiba, dan NEC dalam mengembangkan teknologi ini, memungkinkan  MRAM untuk diproduksi secara massal di tahun-tahun mendatang.

sumber : http://chip.co.id/news/read/2012/03/22/1978424/Teknologi.Hard.Disk.Masa.Depan
READ MORE - Teknologi Hard Disk Masa Depan

Tes Perbandingan Motherboard: Siapa Pasangan Terbaik Bagi Intel X79?


Tes-Perbandingan-Motherboard-Intel-X79 Kemunculan platform Intel X79 pada akhir tahun 2011 menjadi banyak perbincangan di kalangan komunitas overclocker dan para enthusiast. Pasalnya, platform Intel X79 telah memecahkan berbagai rekor dunia yang sebelumnya menggunakan platform X58. Hal ini karena platform Intel X79 memang didesain untuk menggantikan platform X58 yang telah menjadi king of performance selama tiga tahun.
Setidaknya hingga satu tahun kedepan belum ada indikasi dari Intel untuk meluncurkan sebuah platform yang mempunyai performance di atas X79. Ivy Bridge yang digadang-gadang akan menggunakan fabrikasi 22nm hanya akan berada satu level di bawah X79 dan masih akan menggunakan soket Z68 dan yang terbaru nantinya soket Z77. Dengan demikian, dapat dikatakan tahun 2012 akan menjadi tahun milik Intel X79.
Lalu, motherboard apa saja yang telah hadir di pasaran Indonesia yang dapat disandingkan dengan sang raja. Kali ini, CHIP akan memberikan gambaran melalui sebuah tes perbandingan motherboard dengan chipset Intel X79 yang telah banyak beredar di pasaran.
Tidak tanggung-tanggung, pada tes perbandingan kali ini CHIP berhasil mengumpulkan 12 motherboard dari empat produsen besar yang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Masing- masing mengirim tiga buah motherboard andalanannya untuk diuji pada tes perbandingan kali ini. ASRock hadir dengan X79 series yaitu Extreme3, Extreme4 dan Extreme9. ASUS tidak mau ketinggalan dengan mengirimkan tiga buah motherboardnya yang masing-masing memiliki segmen yang berbeda, yaitu P9X79-DELUXE, Rampage IV Extreme, dan SABERTOOTH. GIGABYTE mendatangkan tiga kesatrianya, yaitu X79-UD3, X79-UD5, dan X79-G1 ASSASSIN2. Tidak kalah menarik, MSI mendatangkan tiga motherboard andalannya, yaitu X79A-GD45, X79A-GD65 8D, dan yang paling terbaru adalah BIG BANG XPOWERII. Sangat disayangkan tidak munculnya beberapa produsen motherboard lain yang biasanya turut serta dalam tes perbandingan sebelumnya seperti ECS, VVIKOO, JETWAY, dan BIOSTAR dikarenakan alasan tertentu.
ASRock X79 Extreme3
Produk pertama yang diuji dalam tes perbandingan kali ini adalah ASRock. Pabrikan motherboard asal Taiwan ini mengirimkan tiga motherboard andalannya dalam tes perbandingan kali ini , yaitu X79 Extreme3,  X79 Extreme3, dan X79 Extreme9.  Ketiganya berada dalam satu line-up yang sama namun memiliki tingkatan performance yang berbeda.
ASRock X79 Extreme3 hadir dengan balutan warna hitam yang dominan yang memberikan kesan garang dan extreme. Desain heatsink pada bagian PWM maupun chipset mendukung kesan futuristik yang dalam. Ditambah dengan penggunaan gold caps semakin menambah eksotis tampilan board ini.
Dengan tiga buah slot PCI-E generasi ketiga, ASRock X79 Extreme3 mendukung penggunaan multi-GPU hingga 3-Way SLI/CrossFireX.  Selain itu, empat buah memory slot-nya mendukung hingga 32 GB dengan kecepatan hingga PC3-19200 atau setara dengan 2400 Mhz melalui overclocking.
Dengan harganya yang paling terjangkau dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi yang ingin mencicipi performa sang raja. Mengingat performa dan harga prosesornya yang tinggi, ASRock Extreme3 menawarkan sesuatu yang terjangkau dan memiliki performa yang baik.
ASRock X79 Extreme4
ASRock X79 Extreme4 hadir dengan desain yang tidak jauh berbeda dengan seri sebelumnya, ASRock X79 Extreme3. Warna yang sama, desain heatsink yang sama, dan ukuran yang sama sepertinya menjadi sangat sulit menentukan perbedaan keduanya. Setelah diteliti dengan seksama ternyata ASRock Extreme4 telah dilengkapi dengan debug LED dan tombol power. Selebihnya perbedaan hanya dapat dilihat dari  performanya.
Pada bagian chipsetnya selain menggunakan pasif heatsink, ASRock X79 Extreme4 juga menambahkan mini fan yang disebut dengan X-fan untuk membuang panas. Uniknya, X-fan ini dilengkapi dengan thermal sensor dan hanya akan berputar saat mencapai panas yang berlebihan pada bagian chipset. Jika panas normal maka X-fan tidak akan berputar sehingga tidak menimbulkan suara yang mengganggu.
Dengan tiga buah PCI-E 3.0, ASRock X79 Extreme4 sama seperti motherboard dari MSI, GIGABYTE X79UD-5, dan ASUS P9X79-DELUXE yang mendukung penggunaan multi-GPU hingga 3-Way SLI/CrossFireX. Pada paket penjualannya, ASRock X79 Extreme4 menyertakan pula 3-Way SLI Bridge dan CrossFireX cable selain paket penjualan lainnya yang umum kita temukan pada paket penjualan sebuah motherboard.
ASRock X79 Extreme9
Satu lagi varian dari ASRock yang mirip dan serupa karena merupkan masih satu keluarga dengan seri sebelumnya. Kali ini yang masuk dalam pengujian adalah motherbord yang berada dalam line-up tertinggi dari ASRock, yaitu X79 Extreme9.
Produk ini hadir dengan desain yang tidak jauh berbeda de­ngan kedua motherboard sebelumnya dengan warna hitam yang dominan, ditambah dengan heatsink yang lebih besar dan lebih garang pada bagian PWM dan chipsetnya. Tidak ketinggalan, thermal X-fan  pada bagian chipsetnya melengkapi tampilan ASRock X79 Extreme9.
Tes-Perbandingan-Motherboard-Intel-X79
Motherboard ini mendukung penggunaan memori hingga 64 GB dengan delapan memori slotnya sama seperti seri motherboard extreme dari ketiga produsen yang lain. Selain itu ASRock X79 Extreme9 juga dilengkapi dengan berbagai feature khusus yang selalu menjadi ciri khas high-end motherboard. Salah satu yang menjadi andalannya adalah ASRock Game Blaster, yaitu sebuah sound card dari Creative yang memberikan kualitas suara 3D dengan 7.1 channel yang akan memaksimalkan pengalaman gaming Anda.
ASUS P9X79-DELUXE
Motherboard  pertama dari ASUS yang hadir dalam tes perbandingan kali ini adalah ASUS P9X79-DELUXE.  Motherboard ini hadir seperti biasanya dengan warna coklat pada board dan biru metalik pada bagian heatsink yang menutupi bagian PWM dan chipset-nya.
Dengan delapan slot memori, ASUS P9X79-DELUXE dapat menampung memori maksimal hingga 64 GB dan mendukung hingga PC3-19200 (DDR3-2400) dengan feature overclocking. Selain itu, ASUS P9X79-DELUXE juga menambahkan chipset Marvell 9128 controller sebagai tambahan dua buah slot SATA3 6GB/s untuk storage Anda. Berbeda dengan motherboard dari GIGABYTE yang menggunakan controller dari Fresco Logic, ASUS P9X79-DELUXE menggunakan tiga buah Asmedia USB 3.0 controller yang memberikan hingga enam buah slot USB 3.0, yaitu masing-masing empat slot pada bagian backpanel dan dua slot tambahan melalui USB 3.0 header.
Menariknya, ASUS P9X79-DELUXE memiliki dua buah LAN slot yang masing-masing menggunakan Intel 82579V Gigabit LAN dan Realtek 8111E Gigabit LAN controller. Selain itu, pada paket penjualannya ASUS P9X79-DELUXE menyertakan tambahan ASUS Bluetooth 3.0 device dan Wi-Fi Ring Antenna yang dapat digunakan untuk mempermudah konektivitas perangkat mobile Anda. Hal serupa hanya ditemukan pada GIGABYTE X79-UD5.
ASUS RAMPAGE IV EXTREME
Motherboard kedua dari ASUS yang mengikuti tes perbandingan kali ini datang dari line up motherbord tertinggi yang dimiliki oleh ASUS hingga saaat ini, yaitu ASUS RAMPAGE IV EXTREME. Motherboard yang termasuk ke dalam keluarga Republic of Gamers ini pastinya tidak asing lagi bagi Anda. Hadir dengan warna khasnya dengan dominasi warna merah dan hitam pada boardnya memberi kesan yang extreme yang mendalam. CHIP memperkirakan ASUS RAMPAGE IV EXTREME akan bersaing ketat dengan motherboard dalam jajaran kasta tertinggi dari MSI, yaitu MSI BIG BANG XPOWER II.
ASUS RAMPAGE IV EXTREME memang didesain khusus untuk para enthusiast dan penggila overclocking dengan berbagai feature overcloking yang mendukung di dalamnya. Dengan feature LN2 mode dan sub-zero sense, ASUS RAMPAGE IV EXTREME sangat cocok untuk digunakan pada kondisi extreme sekalipun dengan berbagai solusi pendingin termasuk Liquid Nitrogen (LN2).
Tes-Perbandingan-Motherboard-Intel-X79
Selain feature yang telah disebutkan tadi, ada sesuatu yang menarik yang tidak ditemukan pada motherboard lain pada tes perbandingan kali ini, yaitu VGA Hot Wire dan OCKey. Kedua feature ini digunakan untuk melakukan overclocking graphics card sekaligus memonitor kondisi graphics card secara realtime me­lalui software yang disediakan oleh ASUS.
ASUS X79 SABERTOOTH
Motherboard ketiga dari ASUS yang diuji dalam tes perbandingan kali adalah ASUS X79 SABERTOOTH. Hadirnya ASUS X79 SABERTOOTH dalam tes perbandingan ini semakin menambah ramai varian motherboard yang akan CHIP uji.
Produk ini hadir dengan desain khas SABERTOOTH dengan kualitas komponen yang telah teruji sesuai dengan sertifikasi yang telah diberikan. Dominasi warna cream dan penggunaan Cream!X heatsink menjadi ciri khas utama yang melekat pada semua motherboard ASUS SABERTOOTH series.
Tes-Perbandingan-Motherboard-Intel-X79
Kali ini, ASUS X79 SABERTOOTH hadir dengan tambahan teknologi Thermal Armor yang berbeda dari seri sebelumnya yang dilengkapi dengan dua buah fan pada bagian chipset dan PWM., sehingga memberikan air flow yang baik pada permukaan board dan membuang panas dengan lebih baik.


READ MORE - Tes Perbandingan Motherboard: Siapa Pasangan Terbaik Bagi Intel X79?

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme